Tuhan....
Usiaku tak lama lagi 40
Usia yang semakin ditakuti untuk orang-orang yang beranjak tua
Rasanya tak ingin tua, Tuhan...
Tapi takdir-Mu tak bisa dipungkiri
seperti nikmat-Mu yang sering aku ingkari
Banyak hal yang belum aku lakukan
Belum ada prestasi yang aku torehkan
Belum cukup bakti kepada orangtua yang aku persembahkan
Tapi waktu beranjak begitu cepat,
rasanya secepat menyeruput kopi panas
Rasanya belum lama aku kecil
memakai celana pendek, berlarian main pedang-pedangan,
pistol-pistolan. atau bertelanjang kaki main layang-layang di jalanan.
Ramai-ramai pergi mengaji, bersarung dan berkopiah menuju musollah,
memukul bedug bersama kawan-kawan saat takbiran
Itu semua terasa baru kemarin
saat beranjak besar,
merasakan cinta monyet ala ABG, saling curi pandang,
tak berani mengungkapkan rasa hati yang semakin deg-degan
Disambung dengan cinta anak SMA yang penuh hura-hura
itu semua terasa baru sekejap
Lalu bekerja...
Berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain
Dari perusahaan yang satu ke perusaahaan yang lain
Merasakan pahit getirnya menjadi seorang kuli,
demi mendapatkan nasi satu kwali
Merasakan asam garam kehidupan
Bak menikmati hidangan yang sedang disajikan
Semua harus ditelan, apa pun konsekwensinya,
demi mendapatkan pelajaran dalam sekolah kehidupan
Masa lalu semakin jauh, Tuhan...
malaikat maut semakin dekat untuk menjemput
Aku semakin takut Tuhan...
Dekap aku dengan Rahman dan Rahim-Mu
Senin, 08 Juni 2015
Minggu, 07 Juni 2015
Ramadhan Datang Lagi
Selamat datang wahai Ramadhan! Bulan bonusnya umat Nabi Muhammad. Segala macam kebaikan dilipat gandakan. Rahmat dan Ampunan digelar habis-habisan. Keberkahan dilimpahkan di bulanmu Ramadhan. Syukur alhamdulilah. Dalam sebuah hadist, Rosulullah SAW bersabda, "Andai umatku mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan, nicaya mereka menginginkan satu tahun dijadikan bulan Ramadhan semua."
Hawa Ramadhan mulai merayapi bumi, serasa minggu-minggu ini Ramadhan sudah datang, tapi belum, masih seminggu lagi. Tapi seakan-akan dia telah datang, memeluk kita, Umat Muhammad. Marhaban ya Ramadhan! Iringi kami menggapai rahmat, ampunan dan pembebasan api neraka dari-Nya. Amiiin .
Umat muslim akan berduyun-duyun menuju masjid untuk menunaikan sholat taraweh. Tak kalah mantap, ada ibadah yang sangat kugemari, yaitu berbuka puasa bersama di mesjid. Berkumpul di mesjid, saling ngobrol dan silaturrahim dalam satu wadah, yaitu uhkuwah islamiyah.
Umat muslim akan berduyun-duyun menuju masjid untuk menunaikan sholat taraweh. Tak kalah mantap, ada ibadah yang sangat kugemari, yaitu berbuka puasa bersama di mesjid. Berkumpul di mesjid, saling ngobrol dan silaturrahim dalam satu wadah, yaitu uhkuwah islamiyah.
Selasa, 02 Juni 2015
Surat buat ibu 2 (Puisi)
Selasa, 2 Juni 2015
Buat Ibu terbaik sedunia
di Jakarta
Bu... aku masih di sini, di kota ini,
Aku masih belum bisa membahagiakanmu,
seperti halnya teman-temanku membahagiakan ibu-ibu mereka.
Bu... aku merasa jadi anak yang gagal membahagiakan orangtuanya,
khususnya ibu.
Aku tak tahu harus berbuat apa,
Buat Ibu terbaik sedunia
di Jakarta
Bu... aku masih di sini, di kota ini,
Aku masih belum bisa membahagiakanmu,
seperti halnya teman-temanku membahagiakan ibu-ibu mereka.
Bu... aku merasa jadi anak yang gagal membahagiakan orangtuanya,
khususnya ibu.
Aku tak tahu harus berbuat apa,
Senin, 01 Juni 2015
Hujan Datang Lagi
Setelah sekian bulan bumi Batavia kian mengering. Debu melayang-layang di udara, seperti gumpalan awan. Hawa panas melanda warga Jakarta. Kini sang hujan datang lagi. Kupikir hujan bakal lama tak turun mengguyur Kota Metropolitan. Tapi nyatanya hari ini hujan turun 2 kali, tadi siang dan tadi sore. Syukur alhamdulilah... hujan datang lagi.
Air hujan dengan cepat menyerap ke bumi, dan hawa sejuk mulai merayap. Bahagia rasanya, hujan turun lagi. Pohon-pohonku tak usah disirami lagi.
Jumat, 29 Mei 2015
'Bintang Kehidupan" (diary)
Aku semakin bingung dengan langkahku. Semakin jauh langkahku, semakin bingung aku melangkahkan kaki ke tujuan selanjutnya. Sungguh, aku adalah orang tolol yang kian bingung harus berbuat apa. Kemanakah aku kan melangkah? diriku masih sepi. Sepi yang tak ada pelipur lara di sisi. Aku mahluk aneh dalam gempitanya dunia. Orang-orang sudah ke bulan, aku masih di sini-sini aja. Aku sendiri tak tahu, siapa aku?
Kalau boleh meminjam kata dari Mas Deddy Dores, dari Syair lagu Bintang Kehidupan, "Jauh sudah langkahku, menyusuri hidupku, yang penuh tanda tanya. Walau hati bimbang... menentukan sikapku, tiada tempat mengadu. Hanya iman di dada, yang membuatku mampu... tetap tabah menjalani". Syair tersebut memang cocok buatku. Seorang lelaki yang sampai detik ini belum menemukan jati dirinya.
Minggu, 17 Mei 2015
Kenapa di Saat Pagi?
Ibu-ibu muda sibuk menyiapkan sarapan. Bekal panganan sudah dimasukkan ke dalam tas-tas anak-anak mereka yang akan berangkat ke sekolah. Diiringi siaran berita pagi di TV. Mba-mba tukang sayur berseliweran mengitari seisi kampung beserta gerobaknya yang setia.
Dalam suatu rumah ada mata-mata membeliak. Kemarahan melanda mereka, dan wajah-wajah cemberut membuat kusut pagi. Apa yang terjadi pada kalian? Di saat burung-burung bernyanyi, kokok ayam bersahutan. Dan embun-embun masih tersisa di dedaunan, kalian sibuk membuat kegaduhan. Cerahnya pagi kian hilang, seperti tukang jamu yang lenyap di tikungan.
Aku tak habis pikir, "Apakah kalian tak menyukai pagi? apa target dunia membuat kalian mumet? Sampai lupa dengan nikmat yang sudah didapatkan sampai pagi ini. Kenapa di saat pagi? Apakah tak ada waktu lain?
Sayang loh! pagi yang harusnya sumringah kok jadi marah-marah?
Aku tak habis pikir, "Apakah kalian tak menyukai pagi? apa target dunia membuat kalian mumet? Sampai lupa dengan nikmat yang sudah didapatkan sampai pagi ini. Kenapa di saat pagi? Apakah tak ada waktu lain?
Sayang loh! pagi yang harusnya sumringah kok jadi marah-marah?
Senin, 11 Mei 2015
Aku butuh embun, Tuhan...
Tuhan...
Ingin rasanya mengaji, di pegunungan yang tinggi.
Dimana kesejukan menyelimuti diri.
Aku butuh embun, Tuhan...
Embun yang bisa membuat keras hatiku tersirami
Ingin rasanya mengaji, di pegunungan yang tinggi.
Dimana kesejukan menyelimuti diri.
Aku butuh embun, Tuhan...
Embun yang bisa membuat keras hatiku tersirami
Langganan:
Postingan (Atom)