Aku kangen padamu...
sebuah lokasi di ujung barat negeri
Sebuah propinsi yang terkenal dengan penduduknya yang islami
yang pantainya indah setengah mati, sebelum digulung tsunami
Yang kekayaan alamnya luar biasa dilimpahi Sang Ilahi
Pakabarmu Aceh?
lama kita tak bersua, terakhir kita berjumpa di tahun 93
aku sebenarnya sudah lama ingin mengunjungimu
tapi banyak kendala terjadi, karena wilayahmu banyak terjadi konflik,
pemberontakan-pemberontakan terjadi di sana sini
dan musibah datang silih berganti
Aku turut prihatin sobat
entahlah...
aku ingin bicara apa lagi
yang jelas aku kangen dengan sungaimu, masyarakatmu, sawah-sawahmu,
rumah-rumah panggungmu yang anggun, gadis-gadis muslimahmu yang kau miliki,
dan becak yang penumpangnya di samping
berupa sepeda ontel yang ditempeli tempat penumpang, sangat sederhana
sesederhana pesona tradisimu waktu itu
Sekarang mungkin semuanya telah berbeda
dalam waktu yang tak lama mudah-mudahan kita berjumpa
Jumat, 11 Maret 2016
Mucikari
Hey mucikari!
enak sekali kau tinggal ongkang-ongkang kaki!
Berapa banyak perempuan-perempuan yang kehilangan mahkota diri?
Uangmu banyak, tapi dosa-dosamu masih lebih banyak
Uangmu didapat dari desahan syahwat para PSK
dan uangnya para lelaki hidung belang yang mencari kepuasan
Hidupmu mewah, bergelimpangan harta
mempunyai perabotan serba canggih dan baru
dan gonta-ganti sedan eropa yang super wah
makan enak tiap hari, bunga deposito yang makin bertambah
dari hari ke hari
Sungguh enak hidupmu hey mucikari!
tak perlu kerja keras seperti kuli berjemur di matahari
kerja banting tulang, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki
Kau tinggal menunggu pajak penghasilan dari penjual diri
Apakah kau takut dosa dan kelak masuk neraka?
enak sekali kau tinggal ongkang-ongkang kaki!
Berapa banyak perempuan-perempuan yang kehilangan mahkota diri?
Uangmu banyak, tapi dosa-dosamu masih lebih banyak
Uangmu didapat dari desahan syahwat para PSK
dan uangnya para lelaki hidung belang yang mencari kepuasan
Hidupmu mewah, bergelimpangan harta
mempunyai perabotan serba canggih dan baru
dan gonta-ganti sedan eropa yang super wah
makan enak tiap hari, bunga deposito yang makin bertambah
dari hari ke hari
Sungguh enak hidupmu hey mucikari!
tak perlu kerja keras seperti kuli berjemur di matahari
kerja banting tulang, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki
Kau tinggal menunggu pajak penghasilan dari penjual diri
Apakah kau takut dosa dan kelak masuk neraka?
Rabu, 09 Maret 2016
Maret
Tak terasa sudah Bulan Maret
Padahal rasanya baru kemarin terompet Tahun baru ditiup
dan hari ini sudah tanggal 10, maksudnya 10 Maret 2016
Cepat sekali kawan?
Setiap hari rasanya terus diburu-buru
Waktu tak mau menunggu, masa depan tak mau tahu
Jangan berharap ada mesin waktu yang bisa mengantar kita ke masa lalu
Karena ia akan semakin jauh
dan kita bakal terpental ke tahun-tahun yang baru
Tahu-tahu kita sudah dalam suasana yang berbeda
Bahkan kita tak bisa mencegah perubahan dalam diri kita
Betulkah kawan?
Padahal rasanya baru kemarin terompet Tahun baru ditiup
dan hari ini sudah tanggal 10, maksudnya 10 Maret 2016
Cepat sekali kawan?
Setiap hari rasanya terus diburu-buru
Waktu tak mau menunggu, masa depan tak mau tahu
Jangan berharap ada mesin waktu yang bisa mengantar kita ke masa lalu
Karena ia akan semakin jauh
dan kita bakal terpental ke tahun-tahun yang baru
Tahu-tahu kita sudah dalam suasana yang berbeda
Bahkan kita tak bisa mencegah perubahan dalam diri kita
Betulkah kawan?
Kamis, 11 Februari 2016
Hidup atau Mati
Hai kawan...
Mengerti kah kau arti hidup?
dan mengerti kah arti mati?
aku banyak tak mengerti arti kata hidup atau mati
Mungkin dalam hidup ada mati dan dalam mati ada hidup?
Kok hidup dan mati seperti koin dibolak balik?
aku pun tak tahu kawan, ehm...
aku hanya mampu menghela nafas
nafas yang kadang kembang kempis
seperti gaji seorang pegawai rendahan di saat tanggung bulan
Semakin aku berlari si mati kian mengintai
ia rasanya semakin dekat
saat aku diam si hidup memberi aku pencerahan
seakan kehidupan ini akan langgeng selamanya
Banyak orang yang raganya hidup , tapi jiwanya mati
pun sebaliknya ada yang mati raganya, tapi jiwanya abadi
tak tembus oleh kenisbian waktu
Mengerti kah kau arti hidup?
dan mengerti kah arti mati?
aku banyak tak mengerti arti kata hidup atau mati
Mungkin dalam hidup ada mati dan dalam mati ada hidup?
Kok hidup dan mati seperti koin dibolak balik?
aku pun tak tahu kawan, ehm...
aku hanya mampu menghela nafas
nafas yang kadang kembang kempis
seperti gaji seorang pegawai rendahan di saat tanggung bulan
Semakin aku berlari si mati kian mengintai
ia rasanya semakin dekat
saat aku diam si hidup memberi aku pencerahan
seakan kehidupan ini akan langgeng selamanya
Banyak orang yang raganya hidup , tapi jiwanya mati
pun sebaliknya ada yang mati raganya, tapi jiwanya abadi
tak tembus oleh kenisbian waktu
Jumat, 01 Januari 2016
Doa Tahun Baru
Tuhan...
Tahun baru lagi, 2016 sudah
sudah ditapaki di awal, baru terlewati satu hari
tapi hati ini kebat-kebit, detak jantung makin gaduh
gelisah melanda jiwa, jiwa yang yang sendiri tanpa istri
Padahal maut kian mendekat, uban kian tumbuh dan beberapa gigi telah gugur
Tenaga pun tak sekuat pemuda berumur dua puluh
Aku bermohon kepada-Mu Tuhan, jangan cabut dulu nyawa hamba
sebelum hamba menikah, punya anak, dan membesarkannya sampai dewasa
Aku mohon dengan sangat, Tuhan...
Aku mohon dengan sangat...
Aku mohon dengan sangat
Aku rindu bidadari itu datang,
aku rindu ada anak lahir dari rahim istri hamba, dan menangis dengan keras,
lalu tumbuh, bisa duduk dengan tegak, merangkak, berdiri, berjalan, berlari
dan celotehnya bisa membuat orang-orang yang mendengarnya tertawa
bahkan tertawanya bisa membuat orang tertawa
Tahap-tahap demi tahap
anak itu bisa bicara dengan fasih, fasih dan fasih
tak hanya fasih berbicara, tapi fasih juga mengaji dan mengkaji kitab suci
mendoakan kami sekeluarga dan umat manusia
Aamiiin
Terimakasih Tuhan...
Tahun baru lagi, 2016 sudah
sudah ditapaki di awal, baru terlewati satu hari
tapi hati ini kebat-kebit, detak jantung makin gaduh
gelisah melanda jiwa, jiwa yang yang sendiri tanpa istri
Padahal maut kian mendekat, uban kian tumbuh dan beberapa gigi telah gugur
Tenaga pun tak sekuat pemuda berumur dua puluh
Aku bermohon kepada-Mu Tuhan, jangan cabut dulu nyawa hamba
sebelum hamba menikah, punya anak, dan membesarkannya sampai dewasa
Aku mohon dengan sangat, Tuhan...
Aku mohon dengan sangat...
Aku mohon dengan sangat
Aku rindu bidadari itu datang,
aku rindu ada anak lahir dari rahim istri hamba, dan menangis dengan keras,
lalu tumbuh, bisa duduk dengan tegak, merangkak, berdiri, berjalan, berlari
dan celotehnya bisa membuat orang-orang yang mendengarnya tertawa
bahkan tertawanya bisa membuat orang tertawa
Tahap-tahap demi tahap
anak itu bisa bicara dengan fasih, fasih dan fasih
tak hanya fasih berbicara, tapi fasih juga mengaji dan mengkaji kitab suci
mendoakan kami sekeluarga dan umat manusia
Aamiiin
Terimakasih Tuhan...
Berkurang Satu
Berkurang satu...
berkurang satu tahun maksudnya
di tahun baru ini berkurang satu tahun jatah umur kita
Berarti apa? semakin dekat dengan ajal bukan?
aku tak mau membuat sedih hatimu kawan...
Aku juga tak hendak menakut-nakutimu sahabat...
Ibarat pepatah, maut ibarat buah kelapa, tak tentu yang sudah tua bakal berangkat
bahkan yang masih berbentuk bunga pun bisa mangkat
Mati mungkin ditakuti banyak orang, termasuk penulis puisi ini
takut karena belum siap dengan amal yang sudah dikumpulkan
apalagi sang penulis belum memasuki ke jenjang pernikahan,
tak ada anak istri yang kelak mendoakan
Sedih bukan? tak ada dinasti yang kelak meneruskan keturunan
untuk itu doakanlah kawan...
Agar sang penulis ini dianugerahi-Nya sang bidadari di dunia dan di surga
berkurang satu tahun maksudnya
di tahun baru ini berkurang satu tahun jatah umur kita
Berarti apa? semakin dekat dengan ajal bukan?
aku tak mau membuat sedih hatimu kawan...
Aku juga tak hendak menakut-nakutimu sahabat...
Ibarat pepatah, maut ibarat buah kelapa, tak tentu yang sudah tua bakal berangkat
bahkan yang masih berbentuk bunga pun bisa mangkat
Mati mungkin ditakuti banyak orang, termasuk penulis puisi ini
takut karena belum siap dengan amal yang sudah dikumpulkan
apalagi sang penulis belum memasuki ke jenjang pernikahan,
tak ada anak istri yang kelak mendoakan
Sedih bukan? tak ada dinasti yang kelak meneruskan keturunan
untuk itu doakanlah kawan...
Agar sang penulis ini dianugerahi-Nya sang bidadari di dunia dan di surga
Kamis, 03 Desember 2015
Desember
Bulan Desember datang lagi, itu berarti Tahun Baru 2016 sebentar lagi. Bagi kawula muda pasti menyambut gembira. Tapi buat orang yang sudah mendekati usia 40 atau yang sudah 40 tahun ke atas, berarti harus mawas, mawas diri maksudnya. Buat mereka berarti rentang waktu semakin pendek, dalam artian ajal semakin dekat... Wallahu a'lam bisshawab.
Desember baru dimulai, tapi bookingan buat ticket pesawat-kereta api, hotel, restoran atau gedung, pastinya sudah penuh. Tak ada lagi tempat kosong untuk malam tahun baru. Anak-anak sekolah, mahasiswa atau para remaja sudah siap-siap dengan tabungan yang sudah dikumpulkan beberapa bulan yang lalu. Digunakan untuk rekreasi ke tempat wisata, ada yang naik gunung, atau sekadar bakar ayam di ujung gang, "Kan cuma setahun sekali", alasan kebanyakan dari mereka merayakan malam tahun baru.
Sah-sah saja orang merayakan tahun baru, itu hak prerogatif seseorang. Tak ada yang melarang, bila tak melanggar hukum biarkan saja. Kalau ada yang tak merayakan pun tak apa.
Langganan:
Postingan (Atom)