Hai kawan...
Mengerti kah kau arti hidup?
dan mengerti kah arti mati?
aku banyak tak mengerti arti kata hidup atau mati
Mungkin dalam hidup ada mati dan dalam mati ada hidup?
Kok hidup dan mati seperti koin dibolak balik?
aku pun tak tahu kawan, ehm...
aku hanya mampu menghela nafas
nafas yang kadang kembang kempis
seperti gaji seorang pegawai rendahan di saat tanggung bulan
Semakin aku berlari si mati kian mengintai
ia rasanya semakin dekat
saat aku diam si hidup memberi aku pencerahan
seakan kehidupan ini akan langgeng selamanya
Banyak orang yang raganya hidup , tapi jiwanya mati
pun sebaliknya ada yang mati raganya, tapi jiwanya abadi
tak tembus oleh kenisbian waktu
Kamis, 11 Februari 2016
Jumat, 01 Januari 2016
Doa Tahun Baru
Tuhan...
Tahun baru lagi, 2016 sudah
sudah ditapaki di awal, baru terlewati satu hari
tapi hati ini kebat-kebit, detak jantung makin gaduh
gelisah melanda jiwa, jiwa yang yang sendiri tanpa istri
Padahal maut kian mendekat, uban kian tumbuh dan beberapa gigi telah gugur
Tenaga pun tak sekuat pemuda berumur dua puluh
Aku bermohon kepada-Mu Tuhan, jangan cabut dulu nyawa hamba
sebelum hamba menikah, punya anak, dan membesarkannya sampai dewasa
Aku mohon dengan sangat, Tuhan...
Aku mohon dengan sangat...
Aku mohon dengan sangat
Aku rindu bidadari itu datang,
aku rindu ada anak lahir dari rahim istri hamba, dan menangis dengan keras,
lalu tumbuh, bisa duduk dengan tegak, merangkak, berdiri, berjalan, berlari
dan celotehnya bisa membuat orang-orang yang mendengarnya tertawa
bahkan tertawanya bisa membuat orang tertawa
Tahap-tahap demi tahap
anak itu bisa bicara dengan fasih, fasih dan fasih
tak hanya fasih berbicara, tapi fasih juga mengaji dan mengkaji kitab suci
mendoakan kami sekeluarga dan umat manusia
Aamiiin
Terimakasih Tuhan...
Tahun baru lagi, 2016 sudah
sudah ditapaki di awal, baru terlewati satu hari
tapi hati ini kebat-kebit, detak jantung makin gaduh
gelisah melanda jiwa, jiwa yang yang sendiri tanpa istri
Padahal maut kian mendekat, uban kian tumbuh dan beberapa gigi telah gugur
Tenaga pun tak sekuat pemuda berumur dua puluh
Aku bermohon kepada-Mu Tuhan, jangan cabut dulu nyawa hamba
sebelum hamba menikah, punya anak, dan membesarkannya sampai dewasa
Aku mohon dengan sangat, Tuhan...
Aku mohon dengan sangat...
Aku mohon dengan sangat
Aku rindu bidadari itu datang,
aku rindu ada anak lahir dari rahim istri hamba, dan menangis dengan keras,
lalu tumbuh, bisa duduk dengan tegak, merangkak, berdiri, berjalan, berlari
dan celotehnya bisa membuat orang-orang yang mendengarnya tertawa
bahkan tertawanya bisa membuat orang tertawa
Tahap-tahap demi tahap
anak itu bisa bicara dengan fasih, fasih dan fasih
tak hanya fasih berbicara, tapi fasih juga mengaji dan mengkaji kitab suci
mendoakan kami sekeluarga dan umat manusia
Aamiiin
Terimakasih Tuhan...
Berkurang Satu
Berkurang satu...
berkurang satu tahun maksudnya
di tahun baru ini berkurang satu tahun jatah umur kita
Berarti apa? semakin dekat dengan ajal bukan?
aku tak mau membuat sedih hatimu kawan...
Aku juga tak hendak menakut-nakutimu sahabat...
Ibarat pepatah, maut ibarat buah kelapa, tak tentu yang sudah tua bakal berangkat
bahkan yang masih berbentuk bunga pun bisa mangkat
Mati mungkin ditakuti banyak orang, termasuk penulis puisi ini
takut karena belum siap dengan amal yang sudah dikumpulkan
apalagi sang penulis belum memasuki ke jenjang pernikahan,
tak ada anak istri yang kelak mendoakan
Sedih bukan? tak ada dinasti yang kelak meneruskan keturunan
untuk itu doakanlah kawan...
Agar sang penulis ini dianugerahi-Nya sang bidadari di dunia dan di surga
berkurang satu tahun maksudnya
di tahun baru ini berkurang satu tahun jatah umur kita
Berarti apa? semakin dekat dengan ajal bukan?
aku tak mau membuat sedih hatimu kawan...
Aku juga tak hendak menakut-nakutimu sahabat...
Ibarat pepatah, maut ibarat buah kelapa, tak tentu yang sudah tua bakal berangkat
bahkan yang masih berbentuk bunga pun bisa mangkat
Mati mungkin ditakuti banyak orang, termasuk penulis puisi ini
takut karena belum siap dengan amal yang sudah dikumpulkan
apalagi sang penulis belum memasuki ke jenjang pernikahan,
tak ada anak istri yang kelak mendoakan
Sedih bukan? tak ada dinasti yang kelak meneruskan keturunan
untuk itu doakanlah kawan...
Agar sang penulis ini dianugerahi-Nya sang bidadari di dunia dan di surga
Kamis, 03 Desember 2015
Desember
Bulan Desember datang lagi, itu berarti Tahun Baru 2016 sebentar lagi. Bagi kawula muda pasti menyambut gembira. Tapi buat orang yang sudah mendekati usia 40 atau yang sudah 40 tahun ke atas, berarti harus mawas, mawas diri maksudnya. Buat mereka berarti rentang waktu semakin pendek, dalam artian ajal semakin dekat... Wallahu a'lam bisshawab.
Desember baru dimulai, tapi bookingan buat ticket pesawat-kereta api, hotel, restoran atau gedung, pastinya sudah penuh. Tak ada lagi tempat kosong untuk malam tahun baru. Anak-anak sekolah, mahasiswa atau para remaja sudah siap-siap dengan tabungan yang sudah dikumpulkan beberapa bulan yang lalu. Digunakan untuk rekreasi ke tempat wisata, ada yang naik gunung, atau sekadar bakar ayam di ujung gang, "Kan cuma setahun sekali", alasan kebanyakan dari mereka merayakan malam tahun baru.
Sah-sah saja orang merayakan tahun baru, itu hak prerogatif seseorang. Tak ada yang melarang, bila tak melanggar hukum biarkan saja. Kalau ada yang tak merayakan pun tak apa.
Senin, 30 November 2015
Lestari Alamku
Lestari Alamku
cipt.Gombloh
Lestari alamku lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama
Tenteram kartaraharja di sana
Reff :
Mengapa tanahku rawan ini
Bukit-bukit telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi
Kuingin bukitku hijau kembali
semenung pun tak menanti
Doakan kuucapkan hari demi hari
Kapankah hati ini kapan lagi
Nih lagu dasyat banget, gue sampe merinding, apagi pas syair "Dimana Tuhanku menitipkan aku". Ini lagu ciptaan Almarhum Gombloh, nih lagu udah lama banget. Tapi masih nyes di hati. Damai banget dengernya. Kita sebagai manusia rasanya kecil banget di hadapan Sang Maha Pencipta,. Jangankan di hadapan-Nya, dibanding alam ciptaan-Nya kita gak ada apa-apanya. Kalo udah gitu, apa yang bisa disombongin? Kita cuma titik kecil di hadapan-Nya.
Lagu ini juga mengingatkan alam kita yang udah gak perawan. Abis dibabat hutan kita, sungai dicemari.
Damailah saudaraku! jangan berantem melulu, bersatulah Indonesiaku!
Selasa, 17 November 2015
"Melawan kekosongan"
"Lo ngomongin soal lo gak punya materi. Dan lo gak punya kegelisahan lagi. Dan sebenarnya itu kegelisahan lo. Dan kegelisahan lo adalah lo gak punya kegelisahan. Itu yang lo bawa keatas panggung. Sebagai pencarian sebuah kegelisahan, itu menurut gue unik dan menarik. Ketika lo berhadapan dengan kekosongan, maka lawanlah kekosongan itu dengan bercerita tentang usaha lo menghadapi kekosongan itu, menurut gue itu keren". (Raditya Dika, waktu mengomentari penampilan David Nurbianto dalam Grand Final SUCI 4)
Jumat, 13 November 2015
Deras
Derasnya hujan memaksaku tetap ada di tengah ruangan ini. Di dalam sebuah warnet, menjentikkan jemari di atas keyboard komputer. Di sebelah bilikku, di kanan dan kiriku dikerumuni sekumpulan ABG yang berceloteh ramai. Aku merasa bahagia di tengah-tengah mereka. Walaupun ada diantara yang mereka yang bandel, ada yang merokok.
Kelepas-kelepus asapnya melewati wajahku yang sedang serius mengetik blogg, sambil mendengarkan lagu-lagu Bon Jovi dari headset. Hujan begitu deras, sederas keinginan anak-anak itu untuk merokok. Rasa penasaran yang ditumpuk bertahun-tahun, mereka tumpahkan di warnet ini. Aku yakin mereka tahu bahaya rokok untuk kesehatan , tapi itulah.... kenikmatan merokok membuat mereka tak peduli akan kesehatan. Mungkin karena onderdil tubuh mereka masih baru, jadi pengaruhnya belum terasa, masih endrian.
Langganan:
Postingan (Atom)