Jumat, 18 November 2016

Catatan Baru

      Telah lama kutinggalkan blogg ini. Aku mencari sesuatu yang lain, pengalaman baru yang tak ada di sini. Setelah aku arungi dunia, ternyata sama saja, tak ada yang istimewa. Semua berjalan sesuai standard, tak ada yang berbeda. Kalau pun ada yang beda, paling-paling suasana hati yang berubah-ubah. Senang, sedih, marah,  galau, menangis, sumringah, yah itu-itu saja kawan.
       Mungkin karena aku sudah memasuki usia 40 tahun? entahlah.... aku sepertinya menjalani hidup tanpa emosi, tak seperti anak muda 20 tahunan yang hidupnya penuh gelora. Aku bersyukur pada Sang Serba Maha atas semua nikmat-Nya.
        Ternyata walau sedang vacum menulis di blogg tak membuat aku mati kutu, masih menikmati hidup. Bahagia nonton film kungfu bersama kawan-kawan di rumah sobat masa kecil yang bernama Fahrulloh. Berjogging ria di pinggir Kali Pesanggrahan merupakan agenda setiap hari. Alhamdulillah masih mengaji di Majelis Dhuha tiap sabtu pagi. Itu semua karunia yang sangat besar dari Allah SWT.

Rabu, 19 Oktober 2016

Ibukota

Cipt. H. Rhoma Irama

Setahun sekali belum tentu
Dengan tetangga bisa bertemu
di Ibukota, di Ibukota, di Ibukota

Pagar rumahnya pun tinggi-tinggi
Hidupnya pun sudah nafsi-nafsi
di Ibukota, di ibukota, di ibukota

Berbagai macam kebutuhan
meliputi warganya
hingga sedikit kesempatan
untuk berbagi rasa

mengikis sudah tali jiwa
yang mengikat warganya
berkurang sudah tenggang rasa
di antara sesama

Rasa perseorangan sikap warga ibukota
rasa kebersamaan sudah memprihatinkan

hidup selalu terburu-buru
seakan-akan dikejar waktu
di ibukota, di ibukota, di ibukota

mereka bersaing dan berlomba
saling membanggakan harta benda
di ibukota, di ibukota, di ibukota

di ibukota, di ibukota, di ibukota,
di ibukota...

Kamis, 11 Agustus 2016

Bersyukur

     Syukur, kata yang teramat mudah untuk dikatakan, tapi sangat berat untuk dilakukan. Dalam makna harfiah syukur artinya adalah berterimakasih. Bersyukur kepada Allah SWT berarti berterimakasih kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat-Nya. Sederhana bukan? tapi tak sesederhana melakukannya. Dan begitu sulit mempraktekannya. Tahu kenapa? karena nafsu selalu mengajak kita berlebih-lebihan.

Selasa, 02 Agustus 2016

Penulis Juga Manusia

        Karena keseringan dengerin lagu dari band Seriues, "Rocker juga manusia" terbesitlah sebuah ide bikin tulisan ini, hehehe. Kalo rocker aja bisa nangis, apalagi penulis kayak gue, yang biasa main rasa, main hati dalam pembuatan artikel, novel ataupun cerpen. Tangisan seorang penulis mungkin lebih keras dibandingkan seorang rocker. Dan air mata seorang penulis pasti jauh lebih banyak. Apalagi kalau lagi nulis penderitaan orang-orang susah, pasti air mata gak berenti-berenti mengalir kayak Kali Cisadane, hehehehe.
        Kalau kata Candil hati seorang rocker seperti salju, kalo hati seorang penulis seperti es krim, lebih halus, lebih manis,  lebih banyak rasa, seperti rasa cokelat, stawbarry, vanilla, hehehe...

Agustus

     Agustus... kalau berbicara Agustus pastinya Orang Indonesia teringat hari kemerdekaannya, yakni 17 Agustus 1945. Agustus identik dengan lomba panjat pinang, makan kerupuk, balap karung, dan lain-lain. atribut yang disandang Agustus antara lain bendera merah putih yang berkibar dimana-mana, umbul-umbul yang mengelilingi gedung-gedung, gapura yang didominasi warna merah-putih, dan bendera mini yang menghiasi kendaraan bermotor.
        Agustus telah tiba, apakah kita harus bergembira, bersedih atau biasa saja? harusnya sih bergembira, karena sampai detik ini kita masih merasakan kemerdekaan. Kemerdekaan berpendapat, mendapatkan pendidikan dan terbebas dari jaman penjajahan. 
             Kalaupun ada yang tak bersyukur akan kemerdekaan, maka ia harus berfikir flash back sejenak dan buka buku sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Betapa Indonesia ratusan tahun dijajah pihak asing. Mereka membelenggu kita, membatasi gerak-gerik kita, membiarkan agar bangsa kita tetap bodoh dan diadu domba agar kita berperang kepada sesama kita. Mereka mengeruk kekayaan alam kita dirampas. Minyak bumi, emas, perak, gas, palawija, bahan pangan, pakaian. Tenaga rakyat kita juga dikuras oleh kerja paksa yang bernama rodi dan romusha. 
           Kemerdekaan adalah harta yang paling mahal bangsa kita. Tanpa kemerdekaan kita tak bisa menikmati hidup di rumah sendiri, di tanah air sendiri yakni Indonesia Raya.
            

Jumat, 22 Juli 2016

39

         Takut... takut kumelewati angka 39. itu berarti 40, usia 40 maksudnya. Itu berarti aku harus menikah di atas 39 tahun. aku juga tak tahu harus bagaimana kawan? aku memang tak pintar memanfatkan waktu. Aku terlalu banyak menyia-nyiakan waktu sampai salah satu hal yang terpenting dalam hidup terlewat, yaitu menikah. Mungkin itu terjadi karena keteledoranku, kecerobohan dalam menggunakan waktu yang tidak efektif. Mungkin juga aku pernah menyia-nyiakan perempuan yang mencintaiku, itu bisa jadi. Dosaku terlalu banyak kepada kaum perempuan, baik secara disengaja maupun yang tidak disengaja. Astaghfirullah hal a'zhiim.
          
        


Jumat, 08 Juli 2016

H+2

      Kata orang hari-hari lebaran jalan-jalan di Jakarta bakal sepi, kata siapa? kata encang, encing, nyak-babe? untuk di daerah perkantoran mungkin ya, tapi untuk di wilayah pinggiran, jangan harap bakal lancar. Seperti yang aku alami kemarin di Jl.Ulujami Raya, tepatnya di Perempatan Bintaro Jakarta Selatan macet parah. Apalagi dekat palang pintu perlintasan kereta api. Sampai-sampai laju sepeda motor pun harus terhenti. 
      Masyarakat Jakarta masih sibuk untuk bersilaturahmi ke rumah saudara dan kerabat. Bisa dilihat dari pakaian mereka yang mereka kenakan, yaitu busana muslim-muslimah. Mereka rata-rata menggunakan sepeda motor, tapi sayang disayang tanpa helm pengaman dan jaket. Mentang-mentang tak ada polisi, mereka mengabaikan keselamatan. Apalagi mereka rata-rata membawa anak-anak kecil. 
          Kenapa di daerah pinggiran tak terlihat polisi? mungkin karena polisi sibuk diperbantukan di jalur mudik dan jalur-jalur wisata yang lebih rawan macet, kecelakaan, dan keamanan. Masyarakat harap maklum, tapi jangan abaikan keselamatan diri dan keluarga. Betul tidak?